Terlalu banyak server fisik dengan utilisasi rendah dan biaya listrik tinggi
Butuh menambah sistem baru tapi tidak mau beli server baru
Tidak tahu ada masalah sampai user komplain
Tidak ada data historis performa untuk mengambil keputusan upgrade
Butuh notifikasi otomatis saat server atau jaringan bermasalah
Layanan yang kami tangani
Server Virtualization
Menjalankan beberapa server dalam bentuk mesin virtual di atas satu perangkat fisik, sehingga kapasitas yang selama ini menganggur bisa dipakai. Tiap sistem tetap terpisah dan bisa dipindahkan tanpa membongkar perangkat keras.
VMware, Proxmox & Hyper-V
Kami pasang dan konfigurasi platform virtualisasi sesuai kebutuhan dan anggaran Anda, baik VMware, Proxmox, maupun Hyper-V. Pilihan platform dibahas dulu bersama Anda, termasuk sisi lisensi dan dukungan jangka panjangnya.
Virtual Machine Deployment
Pembuatan mesin virtual baru lengkap dengan sistem operasi serta alokasi CPU, memori, dan disk yang sesuai beban aplikasi. Template disiapkan agar penambahan VM berikutnya lebih cepat dan seragam.
Server Consolidation
Menggabungkan beban dari beberapa server fisik lama ke sedikit host virtualisasi. Hasilnya lebih sedikit perangkat yang dirawat, serta konsumsi listrik dan ruang rak yang lebih hemat.
Infrastructure Monitoring
Pemantauan menyeluruh terhadap host, mesin virtual, penyimpanan, dan layanan penting dari satu dasbor. Kondisi sistem terlihat sebelum berkembang menjadi gangguan yang dirasakan pengguna.
Network & Server Monitoring
Memantau ketersediaan perangkat jaringan dan server beserta penggunaan CPU, memori, disk, dan trafik. Data dikumpulkan terus-menerus sehingga pola beban dan titik lemah mudah ditelusuri.
Performance & Availability Monitoring
Mencatat waktu respons, uptime, dan tren performa layanan dari waktu ke waktu. Riwayat ini menjadi dasar keputusan kapan perlu menambah kapasitas atau melakukan upgrade.
System Alert & Notification
Notifikasi otomatis lewat email, WhatsApp, atau Telegram saat server down, disk hampir penuh, atau layanan berhenti. Ambang batas peringatan disetel agar relevan dan tidak membanjiri tim.
Bagaimana kami mengerjakannya
01 Assessment beban & inventaris server
Kami data server fisik yang ada, beban aplikasi, penggunaan CPU dan memori, serta kebutuhan yang akan datang untuk menentukan apakah konsolidasi layak dan seberapa besar host yang dibutuhkan.
02 Desain platform virtualisasi & penawaran
Kami usulkan platform (VMware, Proxmox, atau Hyper-V) beserta rancangan host, penyimpanan, dan pola cadangan, lengkap dengan penawaran tertulis sebelum pekerjaan dimulai.
03 Deployment host, VM, & migrasi P2V
Host virtualisasi dipasang, mesin virtual dibuat, dan server fisik lama dipindahkan ke bentuk virtual (P2V) dengan jendela waktu yang disepakati agar operasional tidak terganggu.
04 Pasang monitoring, alert, & serah terima
Kami pasang sistem monitoring beserta ambang batas peringatan, uji notifikasi, lalu menyerahkan dokumentasi, akun administrator, dan panduan singkat untuk tim.
Cocok untuk
Perusahaan dengan beberapa server
Sekolah dengan lab/aplikasi internal
Organisasi yang ingin efisiensi infrastruktur
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa VM yang bisa dijalankan satu server?
Tergantung spesifikasi server dan beban tiap VM. Yang menentukan biasanya jumlah inti CPU, kapasitas memori (RAM), dan kecepatan penyimpanan — bukan sekadar jumlah VM-nya. Server kelas menengah bisa menjalankan beberapa hingga puluhan VM ringan, sedangkan aplikasi berat butuh porsi sumber daya lebih besar. Saat assessment kami hitung kebutuhan tiap sistem Anda dan menyisakan cadangan kapasitas agar performa tetap aman ketika beban naik.
Apakah lisensi VMware wajib dibeli?
Tidak. VMware memakai skema lisensi berbayar, tetapi ada alternatif seperti Proxmox yang berbasis open source dan bisa dipakai tanpa biaya lisensi, dengan opsi langganan dukungan bila diperlukan. Hyper-V juga tersedia jika Anda sudah memakai Windows Server. Kami bantu bandingkan biaya, fitur, dan kemudahan perawatan ketiganya, lalu memilih yang paling sesuai dengan kondisi dan anggaran Anda.
Apakah bisa migrasi dari server fisik ke virtual?
Bisa. Proses ini disebut P2V (physical-to-virtual): isi server fisik disalin menjadi mesin virtual tanpa menginstal ulang aplikasi dari nol. Kami jadwalkan migrasi pada jam sepi, menyiapkan server lama sebagai cadangan sampai versi virtualnya terbukti berjalan normal, lalu memindahkan beban secara bertahap agar risiko downtime kecil.
Virtualisasi berjalan di atas server fisik dan penyimpanan yang sehat. Bila server, storage, atau login terpusat belum tertata, bagian ini yang menyiapkan fondasinya lebih dulu.
Setelah platform virtualisasi dan monitoring aktif, layanan ini yang menjaga perawatan rutin, menanggapi alert, dan menangani masalah harian tanpa perlu staf IT tetap.
Ceritakan kebutuhan virtualisasi Anda
Konsultasi dan assessment awal gratis, tanpa komitmen. Kami membalas dalam 1×24 jam kerja.
Terima kasih. Kami membalas dalam 1×24 jam kerja. Anda akan diarahkan ke WhatsApp untuk mempercepat respons.